Menu
Senin - Kamis 07.30 - 16.00 | Jumat 07.30 - 11.00

Telepon

(0511) 6701091

HUT Pramuka ke 58 Berlangsung Semarak

28 Agustus 2019 0 Comment


Semarak dan meriah. Suasana inilah yang tersaji dari pelaksanaan Hari Pramuka ke-58 tahun 2019 tingkat Kabupaten Barito Kuala (Batola), Rabu (28/08/2019).

Peringatan yang berlangsung di Lapangan Sepakbola 5 Desember Marabahan, Batola, ini diikuti ribuan pramuka yang berasal dari pelajar SD, SLTP, dan SLTA/sederajat. Bertindak selaku Pembina Apel Wakil Bupati H Rahmadian Noor yang juga Ketua Kwartir Cabang (Kakwarcab) Gerakan Pramuka Batola.

Apel yang diikuti Ketua DPRD Sementara Saleh, para anggota forkopimda, para pengurus kwarcab dan kwaran se-Batola ini menyuguhkan berbagai atraksi seperti dari SMAN Tabukan, dari Pramuka Saka Wirakartika Kodim 1005 Marabahan, Pramuka Saka Bhayangkara Polres Batola, dan lain-lain.

Menariknya, apel yang diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila, pembacaan Pembukaan UUD 1945, pembacaan Dasa Dharma Pramuka dan Dwi Dharma, serta Hymne Satya Dharma Pramuka dan Mars Jayalah Pramuka oleh Paduan Suara Pelajar Ije Jela Marabahan ini juga diselingi pengedaran bantuan sosial dari Saka Pramuka Peduli untuk korban kebakaran di yang terjadi Alalak, Batola.

Wakil Bupati H Rahmadian Noor selaku Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Batola melalui sambutan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Budi Waseso minta sejak saat ini kegiatan-kegiatan pramuka mulai dari Kwarnas sampai Gugus Depan bahkan kegiatan lainnya kapan pun dan dimana pun untuk menolah penggunaan barang-barang berbahaya bagi lingkungan serta bertekat semaksimal mungkin memanfaatkan produk yang dapat digunakan lagi.

Dikatakannya, kegagalan memelihara kelestarian lingkungan sama artinya undangan bagi timbulnya berbagai bencana. Karenanya memberikan respons yang tepaat terhadap bencana menjadi kewajiban dan tanggungjawab setiap orang termasuk anggota pramuka.

“Pramuka tidak boleh berpangku tangan jika terjadi bencana, naamun harus menambil peran aaktif bersama instansi terkait dalam melakukan tindakan pertolongan pertama yang diperlukan,” katanya.

Di kesempatan Peringatan Hari Pramuka ke-58 ini, Kakwarnas Budi Waseso juga menyampaikan keprihatinan tentang belum terstandarnya seragam pramuka, baik warna, desain, atribut dan tata cara penggunaannya.

Karenanya, sebutnya, peninjauan seragam pramuka menjadi prioritas dalam upaya menjadikan seragam mempunyai ciri kesamaan mulai dari Sabang sampai Merauke dan dari Miangas sampai Pulau Rote, dari pembina sampai anggota pramuka siaga, serta mulai Kwarnas hingga Gugus Depan.

Pada bagian lain, Budi Waseso juga mengatakan, gerakan pramuka merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional sehingga penyerasannya dengan jenjang pendidikan formal dan non formal menjadi sangat penting.

Terkait itu, sebutnya, Kwarnas akan meminta kepada Presiden selaku Ketua Mabinas untuk meluncurkan Pramuka Siaga bagi anak-anak yang belum berusia 7 tahun yang sejauh ini semua negara memang belum memiliki jenjang pramuka prasiaga kecuali negara-negara maju.

Sambil menyiapkan regulasinya, Budi Waseso minta setiap kwartir menyukseskan peluncuran pramuka prasiaga di wilayah kerja masing-masing guna menjadikan gerakan pramuka dapat mengikuti percepatan memajukan bangsa dan negara sejalan dengan perkembangan global.

(sumber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *