Menu
Senin - Kamis 07.30 - 16.00 | Jumat 07.30 - 11.00

Telepon

(0511) 6701091

Julian dan Nurmila Atak-Diang 2018 Diharapkan Berperan Lestarikan Adat Budaya

31 Agustus 2018 0 Comment


Setelah melalui serangkaian audisi dan seleksi, Pemkab Barito Kuala (Batola) melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporbudpar) berhasil menetapkan Atak dan Diang Batola Tahun 2018.
Dari Grand Final yang diikuti 10 besar peserta Atak dan 10 besar peserta Diang di halaman Kantor Bupati Batola, Jumat (31/08) malam, dewan juri yang berasal dari beberapa unsur di antaranya Drs H Syarkian Noor Hadi, Drs Mukhlis Maman, Syarifah Raguan Fuad Syekh, Nur Putra Rakhmadani SE Ak, serta Agus Gajali Rahman (Agus Sasirangan – Runner Up Master Chef Season 1) berhasil menetapkan Atak dan Diang terbaikTahun 2018.

Untuk kategori Atak juara I diraih Julian Wahyu dan Diang Nurmila Sari keduanya dari Kecamatan Marabahan. Sedangkan Wakil I Atak diraih Afridhani Fizi dari Belawang dan Wakil I Diang Norhayah dari Berambai.
Untuk Wakil II Atak diraih M Rizky AW dari Kecamatan Alalak, Wakil II Diang diraih Novianti Amalia dari Mandastana, Wakil III Atak diraih Akhmad Fauzan dari Rantau Badauh dan Wakil III Diang diraih Elfa Aulia Rahmah dari Kecamatan Alalak.

Selanjutnya Wakil IV Atak diraih Panji Ansari dari Kecamatan Bakumpai dan Wakil IV Diang diraih Tri Oktavia dari Kecamatan Anjir Muara, sementara Wakil V Atak diraih Akhmad Fauzi dari Kecamatan Anjir Pasar dan Wakil V Diang diraih Aprina dari Kecamatan Alalak.

Selain sejumlah gelar di atas, juri juga berhasil menentukan kategori lainnya seperti Atak Persahabatan diraih Muhammad Hair dari Kecamatan Tabunganen dan Diang Persahabatan diraih Alfina Kurniawati dari Marabahan, Atak Berbakat diraih Akhmad Madani dari Anjir Muara dan Diang Berbakat diraih Anisa Fat Mandari dari Cerbon, Atak Foto Genic diraih Muhammad Sam’ani dan Diang Foto Genic diraih Raudatul Jannah (keduanya dari Tabunganen), serta Atak Favorit diraih Zainal Ilmi dari Bakumpai dan Diang Favorit diraih Dena Livia Kencana dari Alalak.

Wakil Bupati H Rahmadian Noor mengatakan, kegiatan dilaksanakan selain untuk memilih duta wisata Batola tahun 2018 juga diharapkan bermanfaat dalam melestarikan adat budaya daerah khususnya adat budaya suku Dayak Bakumpai yang merupakan suku asli yang ada di Batola.
Di samping juga akan menjadi ajang bina bakat dan potensi para generasi muda yang bersumber dari akar budaya bangsa. Sehingga para generasi muda tidak kehilangan identitas sebagai putra putri bangsa sekaligus menjadi pewaris dan pelestari agar adat budaya tersebut tidak hilang ditelan zaman.
Khusus kepada para finalis, mantan anggota DPRD Batola itu, mengharapkan agar memiliki rasa ketertarikan dalam mempelajari dan mendalami adat budaya, mengingat di tangan para generasi muda keberadaan dan kelestarian adat budaya.

Suami Hj Saraswati Dwi Putranti itu juga mengharapkan, even pemilihan Atak dan Diang ini hendaknya dapat dijadikan sebagai momentum untuk menggali potensi diri serta bakat dan keahlian.
“Kembangkan terus kemampuan kalian. Saya berharap kalian nantinya dapat menggantikan posisi kami dalam mengabdikan diri dan turut memberikan sumbangsih dan karya nyata terbaikyang bernilai positif demi menunjang tercapainya kemajuan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” harapnya.

Sebelumnya, Sekretaris Disporbudpar Batola H Yanil Ilmi mengatakan, pemilihan Atak dan Diang selain ajang seleksi dan pencarian sosok duta wisata yang dapat mempromosikan keberadaan daerah sekaligus upaya untuk pelestarian dan pengembangan budaya daerah agar para generasi muda mampu meneruskan nilai-nilai seni dan budaya.  (sumber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *