Menu
Senin - Kamis 07.30 - 16.00 | Jumat 07.30 - 11.00

Telepon

(0511) 6701091

Jembatan Barito

Jembatan yang diresmikan oleh Presiden RI ke 2 Bapak Soeharto, tepatnya pada tanggal 24 April 1997 adalah merupakan kebanggaan masyarakat Kalimantan. Membelah Sungai Barito dan menghubungkan tepi barat Sungai Barito (Kecamatan Anjir Muara) dan tepi timur Sungai Barito di Kecamatan Alalak dekat kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Tepatnya di Kabupaten Barito Kuala, ± 15 km jauhnya dari Banjarmasin, salah satu kabupaten di provinsi Kalimantan Selatan yang berbatasan langsung dengan kota Banjarmasin.

Jembatan ini memiliki panjang 1.082 m lebar 10,37 m yang melintasi Sungai Barito selebar 800 m dan pulau kecil (Pulau Bakut) selebar 200 m terdiri dari jembatan utama panjang 902 m dengan jembatan pendekat 180 m ketinggian ruang bebas jembatan utama (clearance) yaitu 15 -18 meter. Tipe bangunan atas : Jembatan Gantung Sistem Kabel Ganda (Twin Suspension dengan Kabel Ganda), Tipe Bangunan Bawah : Tiang Pancang Baja, metode pelaksanaan Heavy Lifting Kontraktor PT. Adhi Karya (Persero) dengan Biaya Rp. 98.000.000.000,00. mengadopsi Golden Gate Bridge San Fransisco.

Konstruksi Jembatan Barito berupa twin suspension bridge (dua jembatan gantung yang berbentuk kembar) dengan panjang masing-masing jembatan gantung tersebut 420,5 meter. Setiap bentangnya terdiri atas bentang utama sepanjang 240 meter dan jarak masing-masing tower dengan flanking span 90 m, PT. Adhi Karya menerapkan konstruksi semacam itu dengan tujuan untuk menekan biaya pondasi serta untuk menanggulangi lalu lintas yang memerlukan ruang bebas cukup tinggi.

Bangunan atas jembatan ditumpu sejumlah pondasi tiang pancang dengan diameter 1.016 mm yang didalamnya diisi dengan beton bertulang dan didesain agar mampu menahan gaya horizontal yang cukup tinggi.

Tower terbuat dari 4 buah pipa baja dengan diameter masing-masing 600 mm yang dihubungkan dengan plat baja kualitas tinggi sehingga membentuk box kolom dan didalam pipanya diisi dengan beton. Bangunan atas jembatan merupakan konstruksi rangka baja galvanis yang dihubungkan dengan baut dan akan memikul lantai jembatan yang terbuat dari beton bertulang dengan mutu K-350.

Sedangkan lantai beton jembatan dipikul oleh plat galvanis dari baja. Fasilitas untuk pejalan kaki dibuat dari beton precast yang diletakkan di tepi kiri dan kanan jembatan. Pembangunan jembatan itu membutuhkan 1.850 ton baja dan diperkirakan jembatan tersebut sanggup bertahan hingga 100 tahun.

Kawasan Wisata Jembatan Barito pada tahun 2017 mulai dibenahi melalui kucuran dana DAK diantaranya dengan pembangunan dermaga/jetty, gazebo, panggung pertunjukan mini, kios cenderamata serta fasilitas toilet.

Video Jembatan Barito

(sumber)