Home Publikasi
KALAH MENANG, SEMUA SENANG
FORNAS VII yang mengusung tema “KALAH MENANG, SEMUA SENANG” bukan hanya ajang kompetisi tetapi juga panggung persatuan, promosi pariwisata, serta penggerak kebangkitan ekonomi local melalui partisipasi UMKM dan penguatan sport tourism. Festival FORNAS VIII NTB 2025 pada 26 Juli 2025 hingga 01 Agustus 2025 dan diikuti lebih dari 20.000 pegiat olahraga masyarakat dari 38 provinsi. Kegiatan tersebar di 36 venue yang berada di 5 (lima) kabupaten/kota se-NTB. Untuk Kalimantan Selatan mengirimkan 602 pegiat bersama pelatih dan official.
Berdasarkan Pemberitahuan Kuota Peserta/Pegiat FORNAS VIII NTB 2025 untuk Kontingen Kabupaten Barito Kuala yang mengikuti Kegiatan tersebut yaitu :
- INORGA PELANGI : 7 orang
- INORGA GOBI : 2 orang
- INORGA ABI : 1 orang
- INORGA POGTI : 1 orang
Untuk perolehan medali FORNAS VIII 2025 NTB, untuk pegiat Kabupaten Barito Kuala memperoleh : 1 Emas atas nama Muhammad Afdillah Kategori Aduan ukuran 70-85, 3 Perunggu atas nama Khoirul Kategori Adu ukuran 105-120, Fahrurazi Kategori 2 Dimensi dan Aulia Rosyadi Kategori Train Naga, Serta 1 Perak atas nama Abdullah pada cabang Gateball.
Adapun total perolehan medali yang diraih Kalimantan Selatan sebanyak 162, yang terdiri dari 61 Emas, 44 perak dan 57 perunggu. Sehingga Kalimantan Selatan menduduki posisi 6 satu tingkat diatas tuan rumah NTB dari 38 Provinsi yang berpartisipasi.
KASUBBAG UMUM KEPEGAWAIAN MENGHADIRI ACARA BIMTEK WEBSITE SKPD
Selasa, 29 april Kasubbag Umpeg menghadiri acara Bimtek terkait Website SKPD yang diselenggarakan oleh DISKOMINFO
GRAND OPENING JEJANGKIT ECOPARK
Jejangkit Ecopark, tempat wisata baru yang akan segera hadir di Kabupaten Barito Kuala tepatnya di Jejangkit Kecamatan Jejangkit.
Tempat wisata ini akan segera dibuka pada tanggal 08 Juni 2024 yang akan diresmikan oleh PJ Bupati Barito Kuala.
GELARAN POPDA 2021, CABOR DAYUNG SUMBANG 4 EMAS
Cabang olahraga dayung Popda Kalimantan Selatan baru saja selesai. Dari 11 nomor yang dipertandingkan, Batola berhasil raih 4 emas 4 perak dan 2 perunggu, Kamis (16/7). Raihan ini menurun sejatinya dari hasil dayung Popda Kalsel 2019. Pada Popda 2 tahun lalu Batola berjaya di cabang dayung dengan menyapu bersih emas dari 6 nomor yang dipertandingkan.
Tahun ini tim Bumi Bahalap harus puas diposisi kedua dengan Banjarmasin yang unggul tipis sebagai juara umum cabor dayung. Pelatih tim dayung Batola Sabri mengungkapkan Batola sebenarnya bisa keluar menjadi juara umum jika tidak ada insiden pada nomor 1 putri 1000m dimna atlit dayung Batola bertabrakan dengan atlit dari Banjarmasin sehingga mendapat sanksi dan turun menjadi peringkat 2.”Cukup disesalkan insiden ini terjadi, kita sudah layangkan protes semoga ada tanggapan dari panitia, ” ungkap Sabri.
Selain itu, adanya nomor perlombaan baru pada cabang olahraga dayung yakni ergometer menjadi hantaman tersendiri bagi atlit Batola yang sudah berlatih keras setiap hari. “Ada nomor baru yakni ergometer, dimana dayung menggunakan mesin yang kita Batola belum memiliki alatnya. Dinomor ini kita kesulitan bersaing karena para atlit belum terbiasa, ” tambah Sabri.
Hal senada diutarakan Ahmad Rijali Hadi Kasi bina olahraga Disporbudpar Batola. Adanya cabang baru mesin ergometer membuat Banjarmasin bisa unggul. “Ini menjadi catatan dan evaluasi kita tersendiri. Hadirnya nomor baru ini perlu menjadi perhatian khusus bagi kita, menginhat dayung adalah cabang unggulan Batola, ” tambah Rijali.
Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Batola melalu Humas Koni Hery Sasmita menyampaikan ucapan selamat atas raihan atlit dayung Batola ini. “Kita ucapkan selamat atas raihan atlit dayung kita. Semoga protes yang kita layangkan bisa menambah satu emas lagi bagi Batola, ” ungkap Hery yang juga ketua KNPI Batola ini.
Hery juga menyampaikan sampai 15 Juli pukul 20.00 Batola telah meraih 7 emas, 10 perak dan 17 perunggu. Dengan cabang olahraga antara lain ;Dayung 4 Emas, 4 Perak, 2 perunggu; Karate 2 perunggu; Renang 1 Perak , 2 Perunggu; Kempo 2 Perak, 5 Perunggu; Tinju 1 Perak 2 Perunggu; Gulat 3 emas; Judo 2 perak 4 perunggu.
Aulia Noor atlit dayung Batola yang ikut menyumbang emas di nomor 4 dayung putri 1000m dan 2 dayung putri 1000m mengaku cukup puas dengan raihan ini. Mengingat dirinya bersama teman2 atlit dayung lainnya telah berlatih selama satu bulan penuh dengan istirahat hanya pada jum’at pagi dan minggu sore. “Terlepas dari insiden yang ada kami cukup senang bisa ikut menyumbangkan 2 emas bagi Batola, ” ungkap siswi SMAN 1 Marabahan ini.
“MAHELAT LEBO” KEMBALI MEMUKAU WARGA KOTABARU
Festival Budaya Sa-Ijaan Tahun 2021 kembali di gelar oleh Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kotabaru. Even Pariwisata dan Budaya ini dilaksanakan secara hybrid pada tanggal 9 s.d. 11 Juli 2021 dan dipusatkan di Pantai Gedambaan Sarang Tiung Kabupaten Kotabaru. Pada even kali ini Kabupaten Barito Kuala melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, Budaya dan Pariwisata Kabupaten Barito Kuala meninjau kegiatan tersebut dan mengirim “Sanggar Permata Ije” sebagai Tim Kesenian yang turut bergelar di Kotabaru.
Acara ini di buka pada Jumat malam tanggal 9 Juli 2021 di Pantai Gedambaan Sarang Tiung Kotabaru. Dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Bapak Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno yang hadir secara Virtual. Juga dihadiri secara langsung oleh Bupati Kotabaru, Wakail Bupati Kotabaru, Anggota Forkopimda Kabupaten Kotabaru, Ketua TP. PKK Kabupaten Kotabaru, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan dan Perwakilan Seluruh Dinas yang membidangi Pariwisata di Kabupaten/ Kota se Kalimantan Selatan. Festival Budaya Sa-Ijaan Tahun 2021 mengusung tema “Magic from the sea” ini merupakan sebuah even Pariwisata dan Budaya Kabupaten Kotabaru yang juga masuk dalam salah satu Even Pariwisata Nasional.
Banyak rangkaian acara dan kegiatan dalam Festival Budaya Sa-Ijaan Tahun 2021, diantaranya adalah Lomba Kreasi Memasak, Bazar UMKM, Lomba Tari Melayu Pesisir se-Kabupaten Kotabaru, Pertunjukan Musik Etnis Bajau, Pawai Budaya Tim Kesenian Kabupaten/Kota, Lomba Fashin Karnaval Busana Daur Ulang, dan Pagelaran Seni Budaya pada malam Closing Ceremony. Selain itu juga acara ini menghadirkan artis-artis pendukung dari Kota Banjarmasin seperti Tommy Kaganangan, Dj. Adies Momo dan Chef Agus Sasirangan.
Dalam Pawai Budaya Tim Kesenian seluruh Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan yang dilaksanakan pada Minggu Pagi tanggal 11 Juli 2021, Kabupaten Barito Kuala melalui Sanggar Permata Ije Jela membawakan sebuah atraksi “Mahelat Lebo” yang menyedot banyak perhatian pengunjung karena semburan apinya. Sebuah tarian khas Kabupaten Barito Kuala ini dibawakan dengan penuh semangat oleh para penari. Mahelat Lebo sendiri menggambarkan tentang kesiapsiagaan suku Dayak Bakumpai dalam mempertahankan Lebo atau kampung yang mereka cintai dari gangguan yang mengancam. Menggunakan mandau dan talabang serta di dukung dengan semangat bagaikan api yang menyala-nyala mereka turut berjuang untuk mencapai kemakmuran bersama.
Selanjutnya pada malam Closing Ceremony Pemerintah Kabupaten Barito Kuala memberikan penghargaan kepada seluruh Kabupaten/ Kota pendukung Festival Budaya Sa-Ijaan Tahun 2021. Pada malam penutupan ini juga kembali Kabupaten Barito Kuala melalui Sanggar Permata Ije Jela menampilkan sebuah Tari “Halu Dumah” sebagai sajian pagelaran seni pada malam itu. Sebuah tari yang diilhami oleh Tari Penyambutan Sinoman Hadrah. Dalam Bahasa Bakumpai “Halu” bermakna sambut dan “Dumah” berarti datang. Selain penampilan Kabupaten/ Kota juga ditampilkan perwakilan dari beberapa provinsi yang turut berpartisipasi secara virtual dan acara Festival Budaya Sa-Ijaan Tahun 2021 ini ditutup secara resmi oleh Wakil Bupati Kotabaru dan dihadiri oleh seluruh perwakilan Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan.
Seluruh rangkaian kegiatan pada Festival Budaya Sa-jaan Tahun 2021 ini telah memenuhi standar CHSE dan mematuhi protokol kesehetan. Seluruh pengisi acara dan tamu yang masuk wilayah pantai Gedambaan telah melewati tahapan Swab Antigen sebagai syarat untuk mengikuti kegiatan tersebut. Seluruh pendukung acarapun wajib menggunakan mamsker dan faceshield serta menjaga jarak selama acara berlangsung.

“MILA” BOYONG SELEMPANG PUTERI FAVORIT
Gelaran Pemilihan Putri Pariwisata Kalimantan Selatan 2021 telah selesai. Acara ini di awali dari pendaftaran dan audisi di Kabupaten/ Kota pada tanggal 26 Maret s.d. 26 Mei 2021. Nurmilasari terpilih sebagai Putri Pariwisata Kabupaten Barito Kuala 2021 yang mewakili ke tingkat provinsi Kalimantan Selatan. Gadis berusia 20 tahun yang kerap di panggil “Mila” ini merupakan alumni Diang Barito Kuala 2018.
Tahun 2021 ini merupakan kali pertama Disporbudpar Kabupaten Barito Kuala mengikuti kegiatan Pemilihan Putri Pariwisata Kalimantan Selatan. Kegiatan ini telah direstui oleh Bupati Barito Kuala Ibu Hj. Noormiliyani. A.S. Beliau berharap Putri Pariwisata Barito Kuala bisa berhasil dalam Pemilihan Putri Pariwisata Kalimantan Selatan dan bisa menjadi promotor wisata Kabupaten Barito Kuala ke luar daerah.
Persiapan demi persiapan telah dilakukan, dari pembekalan materi, latihan penampilan bakat, persiapan kostum, fotoshoot, videoshoot dan training make up untuk menunjang serta meningkatkan kemampuan dalam mengikuti kegiatan tersebut. Nurmilasari telah mendapatkan pembekalan langsung tentang pengembangan industri kreatif kerajinan purun tikus khas Desa Parimata Kecamatan Belawang oleh Ketua TP. PKK Kabupaten Barito Kuala ibu Hj. Saraswati Dwi Putranti Rahmadian Noor. Beliau berharap Putri Pariwisata Barhito Kuala juga mampu mengenalkan produk lokal sebagai ekonomi kreatif yang bisa menghasilkan untuk masyarakat.
Selain itu “Mila” juga telah mendapatkan pembekalan tentang fashion dari Sixwimanagement dan latihan penampilan bakat dari Sanggar Permata Ije Jela untuk menunjang penampilannya. Dalam persiapannya juga telah diadakan Sesi Fotoshoot untuk beberapa outfit dan juga sesi pembuatan video promosi wisata. Ekowisata Pulau Curiak dipilih sebagai destinasi wisata yang akan dipromosikan. Keunikan hutan mangrove dan eksotisme Bekantan di pulau ini menjadi poin utama untuk dipresentasikan pada malam Grand Final Pemilihan Putri Pariwisata Kalimantan Selatan 2021.
Pada hari minggu 13 Juni 2021 telah diadakan Technical Meeting Pemilihan Putri Pariwisata Kalimantan Selatan 2021 di Swissbell Hotel Banjarmasin. Dalam acara ini telah dibahas tentang ketentuan dan aturan teknis pelaksanaan kegiatan Karantina Terbuka dan Tertutup serta pelaksanaan Grand Final Pemilihan Putri Pariwisata Kalimantan Selatan 2021. Karantina terbuka dilaksanakan tanggal 19 s.d. 21 Juni 2021. Dalam pelaksanaannya para finalis Putri Pariwisata Kalimantan Selatan 2021 mengikuti berbagai kegiatan kunjungan seperti wisata susur sungai dan berkunjung ke Pasar Terapung Lok Baintan, dilanjutkan ke Banjarmasin Post dan Harfit Fitnes. Dihari kedua karantina terbuka mereka juga berkunjung ke Amanah Borneo Park di Banjarbaru. Di sini para finalis melakukan sesi fotoshoot challenge dan “Mila” berhasil memenangkannya. Pada hari ketiga karantina terbuka diadakan sesi fotoshoot evening gown di Ballroom Swissbell Hotel Banjarmasin bersama D’Jingga Fotografi.
Memasuki tahapan utama dalam pemilihan ini yaitu Karantina Tertutup yang dilaksanakan tanggal 24 s.d. 27 Juni 2021 di Swissbell Hotel Banjarmasin. Dalam tahapan ini semua finalis mendapatkan pembekalan tertutup dari beberapa narasumber yaitu pembekalan tentang kebudayaan dari budayawan, pembekalan pariwisata dari Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, pembekalan dari Putra Pariwisata Nusantara 2021 serta beauty class dari Inez Cosmetic dan Utary Premium Eye Lash. Di hari kedua para finalis melewati tahapan interview dengan dewan juri untuk menggali potensi semua finalis. Kemudian di malam harinya diadakan tes penampilan bakat finalis dan Nurmilasari membawakan tari “Batuyang” karya Sanggar Permata Ije Jela. Di hari ketiga the putries mendapat pembekalan tentang catwalk dan gladi penampilan grand final.
Pada malam harinya diadakan Grand Final Pemilihan Putri Pariwisata Kalimantan selatan Tahun 2021 di Area Swimming Fool Swissbell Hotel Banjarmasin. Acara di hadiri dan dibuka secara resmi oleh Pejabat Gubernur Kalimantan Selatan yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan. Dalam kesempatan ini juga Plt. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Budaya dan Pariwisata Kabupaten Barito Kuala Bapak Bapak H. Wahyudi, S.H., M.H. berhadir untuk memberikan dukungan kepada Putri Pariwisata Kabupaten Barito Kuala. Diawali dengan opening number seluruh finalis dengan balutan busana kebaya dan kain sasirangan. Kemudian finalis melakukan sesi presentasi wisata daerah. Nurmilasari mempromosikan ekowisata pulau curiak dengan pesona hutan mangrove dan bekantan. Kemudian diumumkan Top 6 dan Nurmilasari berhasil masuk dalam jajaran 6 besar yang selanjutnya akan menerima pertanyaan langsung dari dewan juri.
Perjuangan Mila terhenti di 6 besar dan tidak bisa lanjut ke Top 3. Namun saat pengumuman juara atribut, Putri Pariwisata Kabupaten Barito Kuala ini di nobatkan sebagai Putri Pariwisata Kalsel Favorit Tahun 2021 dan berhak mendapatkan hadiah Uang Pembinaan Sebesar Rp. 10 Juta dan hadiah lainnya. Prestasi ini cukup membanggakan untuk Kabupaten Barito Kuala yang untuk pertama kalinya mengikuti ajang ini. Semoga di tahun mendatang dapat lebih ditingkatkan lagi.

DISPORBUDPAR KEMBALI BERDUKA, KEPALA DISPORBUDPAR TUTUP USIA
Kabar duka kembali menyelimuti Pemerintah Kabupaten Barito Kuala khususnya lingkup Dinas Kepemudaan, Olahraga, Budaya dan Pariwisata Kabupaten Barito Kuala, setelah sebelumnya ditinggalkan Kabid Pariwisata Rosida Watty, S.Sos yang berpulang sebelum mengakhiri masa bakti sebagai ASN di Barito Kuala yaitu pada tanggal 13 Oktober 2020, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporbudpar) Gusti Ruspandi, S.Pd, M.AP meninggal dunia, Sabtu (22/05/2021) malam sekitar pukul 21.30 Wita di kediamannya di Kompleks Keruwing Indah, Desa Semangat Dalam Kecamatan Alalak.
Gusti Ruspandi yang dikenal mudah akrab dengan semua orang itu mengabdi di Barito Kuala sejak 1985 sebagai guru di SDN Waringin Kencana di Kecamatan Wanaraya hingga 2002. Almarhum juga pernah mengajar di SMPN Belawang dan selanjutnya menduduki jabatan Kasi Pemuda dan Olahraga di Dinas Pendidikan Batola sejak 2006. Sebelum dipercaya menjadi Kadisporbudpar sejak 2019, Gusti Ruspandi menempati posisi Kabid Sarana dan Prasarana pada Dinas Pendidikan.
Selama memimpin Disporbudpar Batola, cukup banyak terobosan yang berhasil dilakukan Beliau, Di antaranya memperjuangkan Batola memperoleh Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kemenpora untuk pembangunan gedung olahraga (GOR) Tipe B, kendati dalam situasi banyaknya anggaran yang refocusing untuk penanganan Covid-19, Hanya 2 (dua) daerah yaitu Kabupaten barito Kuala serta Kabupaten Paniai (Papua) yang berhasil mendapat alokasi pembangunan GOR tipe B diantara 29 daerah yang lolos verifikasi akhir.
Sarana olahraga yang berada di Jalan Tarutan Marabahan yang diberi nama GOR Setara tersebut telah selesai dibangun sejak akhir Januari 2021. Selain GOR, lelaki pekerja keras tersebut juga tengah mengupayakan pembangunan kanal dayung bertaraf internasional di Marabahan. Pembangunan venue seluas 100 x 1.500 meter ini bersumber dari APBN serta Pembangunan Kolam Renang. Kanal itu nantinya juga diharapkan bisa berfungsi untuk meminimalisir dampak banjir dan sumber air untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan.
Suasana kesedihan tampak menyelimuti kepergian Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Kadisporbudpar) Kabupaten Barito Kuala (Batola) Gusti Ruspandi,S.Pd, M.AP. Minggu (23/05/2021) pagi, menjelang prosesi pemakaman, banyak warga melayat ke rumah duka yang berada di Komplek Keruwing Indah Jalan Merak No 7 RT 37 Desa Semangat Dalam Kecamatan Alalak.
Tampak pula berhadir Wakil Bupati Batola H Rahmadian Noor beserta isteri Hj Saraswati Dwi Putranti, Sekda H Zulkipli Yadi Noor, sejumlah pimpinan SKPD, para ASN, para staf almarhum semasa menjabat, para tetangga, kerabat, keluarga, dan handai taulan.
Sebelum meninggal dunia, lelaki ramah itu sempat dirawat di Rumah Sakit Islam Banjarmasin sejak 16 Mei 2021 dengan diagnosis penyakit jantung. Almarhum sebenarnya sudah pulang ke rumah Jumat (21/05/2021). Namun Allah berkehendak lain.
Prosesi pemakaman Gusti Ruspandi diawali upacara pelepasan yang dipimpin Sekretaris Daerah H Zulkipli Yadi Noor. Selanjutnya jenazah dibawa ke Mesjid Attaubah untuk shalat fardhu kifayah. Usai dishalatkan almarhum diberangkatkan ke alkah keluarga di Banjarbaru untuk dimakamkan.
Dalam amanat pengantar jenazah Sekdakab Batola, Zulkipli Yadi Noor, mendoakan semoga almarhum mendapat tempat yang layak di sisi Allah SWT atas pengabdian kepada banua, negara, dan agama. Hal senada juga disampaikan Wabup H Rahmadian Noor. Ia menyatakan, atas nama pribadi, Pemkab Batola, dan masyarakat turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya atas kepergian almarhum.
“Kita doakan semoga almarhum mendapatkan tempat yang layak atas amal ibadah dan pengabdian selama ini,” ucap wabup yang akrap disapa pak Rahmadi tersebut. Sementara kepada keluarga yang ditinggalkan, wabup mengharapkan, meski terasa sangat berat hendaknya dapat sabar, ikhlas, dan tabah dalam menerima cobaan dari Allah SWT.


GUSTI HAFIDZ DAN NOR MAHDIANI ATAK DIANG 2020 BATOLA
Gusti Hafidz dan Nor Mahdiani berhasil menyisihkan 10 peserta lainnya di Grand Final Pemilihan Atak dan Diang Tahun 2020 Duta Wisata Kabupaten Barito Kuala (Batola) yang digelar di Gedung Serba Guna Marabahan, Senin (30/11/2020).
Gusti Hafidz asal Kecamatan Alalak dinobatkan sebagai Atak sedangkan Nor Mahdiani asal Kecamatan Tamban dinobatkan sebagai Diang. Sementara Wakil I Atak ditempati Sandy (Anjir Muara) Wakil I Diang Dhevi Emelda Sari (Mandastana), Wakil II Atak M Zaini Ridho (Marabahan) dan Wakil II Diang Yuni Maulidina (Marabahan).
Selanjutnya, Wakil III Atak Ahmad Faris Rizki (Marabahan) dan Wakil III Diang Ikrima Rasya Aprilia (Marabahan), Wakil IV Atak M Alfarisi (Alalak) dan Wakil IV Diang Khusnul Khatimah (Tabunganen), Wakil V Atak Ahmad Mufti (Alalak) dan Wakil V Diang Putri Silsilia Natasha (Marabahan).
Semua peserta selain mendapatkan hadiah uang pembinaan juga mendapatkan bingkisan dari para sponsor. Grand Final Pemilihan Atak dan Diang Tahun 2020 Duta Wisata Kabupaten Batola ini sebelum memasuki acara puncak dirangkai berbagai hiburan dan pertujukan di antaranya musik dan lagu daerah dari Sanggar Permata Ije Jela, parade dan perkenalan 12 finalis Atak dan Diang, question and answer terhadap 12 finalis, penampilan madihin dari Atak Zilmi, penampilan lagu Banjar dari Sanggar Permata Ije Jela.
Sambil menunggu pengumuman pemenang, 12 finalis juga menggelar parade dan perkenalan di hadapan Bupati Hj Noormiliyani AS, Wakil Bupati H Rahmadian Noor dan isteri Hj Saraswati Dwiputranti, Pj Sekda H Abdul Manaf dan isteri Hj Fidriana, para anggota forkopimda dan undangan.
Sambil menunggu pengumuman pemenang, 12 finalis juga menggelar parade dan perkenalan di hadapan Bupati Hj Noormiliyani AS, Wakil Bupati H Rahmadian Noor dan isteri Hj Saraswati Dwiputranti, Pj Sekda H Abdul Manaf dan isteri Hj Fidriana, para anggota forkopimda dan undangan.
Bupati Noormiliyani sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan. Ia memandang, pelaksanaan ini di samping mengandung makna penting dalam mendukung, menjaga, memelihara serta melestarikan keanekaragaman kebudayaan juga memiliki nilai sangat strategis sebagai wahana untuk memotivasi serta memupuk rasa cinta tanah air di kalangan generasi muda agar turut berperan aktif dalam pelestarian akan budaya bangsa khususnya Budaya Dayak Bakumpai.
Mantan Ketua DPRD Provinsi Kalsel ini juga mengatakan, melalui kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu sarana efektif dalam menciptakan sumber dana manusia yang berkualitas, maju, mandiri serta berdaya saing terutama dalam memacu pengembangan bakat dan keterampilan generasi muda dalam rangka mempromosikan kebudayaan dan kepariwisataan daerah yang menjadi ikon serta kebanggaan masyarakat Batola.
Pada bagian lain Noormiliyani mengatakan, seiring perjalanan waktu telah banyak perubahan serta kemajuan pembangunan yang dirasakan oleh masyarakat Batola. Untuk itu, kepada para Atak dan Diang ia berharap tidak saja memiliki pengetahuan dan pemahaman seluk beluk sejarah, keragaman budaya dan dunia kepariwisataan namun juga dibarengi pengetahuan dan wawasan luas terutama mengenai kondisi serta potensi daerah maupun berbagai kebijakan dan hasil-hasil pembangunan yang sudah, telah dan akan dilaksanakan termasuk berbagai kendala yang dihadapi Pemkab Batola.
Agar nantinya, dapat dijadikan bahan referensi untuk memberikan informasi yang lengkap sekaligus mempromosikannya kepada masyarakat dan berbagai pihak lainnya dalam rangka mendukung terwujudnya percepatan kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Kendati masih dilingkupi pandemi Covid-19, pemilihan Atak Diang Barito Kuala 2020 tetap diselenggarakan.
Sedianya pelaksanaan pemilihan diliputi keraguan. Terlebih hingga jadwal tetap penyelenggaraan setiap Juni, pandemi belum terlihat melandai.
Imbas lain dari pandemi adalah refocusing anggaran yang membuat Dinas Kepemudaan, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporbudpar) Batola sempat tarik-ulur.
Lantas atas dasar beberapa pertimbangan, pemilihan Atak Diang 2020 tetap dilaksanakan. Dijadwalkan grand final berlangsung 30 November.
“Pelaksanaan Atak Diang 2020 memang sempat terancam dibatalkan. Namun mempertimbangkan potensi pemuda-pemudi di Batola, pemilihan tetap dilaksanakan,” ungkap Plt Kabid Pariwisata Disporbudpar Batola, Yulinda, SSTP pada Selasa (3/11/2020)
“Potensi itu menjadi pertimbangan utama, sekalipun pemilihan Nanang Galuh Kalimantan Selatan juga ditiadakan,” imbuhnya.
Konsep pemilihan Atak Diang 2020 sama dengan edisi-edisi sebelumnya. Diawali registrasi peserta, audisi dan pemilihan.
Namun hal yang membedakan dari edisi 2020 adalah peniadaan karantina, penyederhanaan setiap rangkaian kegiatan dan penerapan protokol kesehatan.
“Kendati memberlakukan berbagai pembatasan, kami meyakini kualitas penyelenggaraan maupun produk Atak Diang 2020 tidak berkurang,” papar Yulinda.
Pendaftaran dibuka sejak 12 Oktober sampai 13 November secara online yang difasilitasi Pewadahan Atak Diang.
Dilanjutkan audisi yang berlangsung 17 dan 18 November 2020. Diawali sesi wawancara yang dilanjutkan penampilan bakat. Selanjutnya diambil enam pasang Atak Diang untuk bersaing di babak puncak.
“Untuk mengganti sesi karantina, tetap dilakukan pembekalan oleh sejumlah pakar. Bedanya pembekalan dilakukan secara daring,” beber Yulinda.
Direncanakan Atak Diang 2020 terpilih, langsung diplot menjadi perwakilan Batola dalam pemilihan Nanang Galuh Kalsel 2021.
“Diharapkan persiapan menghadapi Nanang Galuh Kalsel pun menjadi lebih matang, karena terdapat jeda yang cukup lama. Sebelumnya persiapan hanya dua bulan,” jelas Yulinda.
“Dengan demikian, kami semakin percaya diri mampu menempatkan Atak Diang sekaligus sebagai juara Nanang Galuh Kalsel,” tandasnya.
Dalam dua tahun terakhir, hanya Diang Batola yang mampu berbicara di pentas Nanang Galuh Kalsel. Helda menjadi juara di edisi 2018, dilanjutkan Dwida Nisfuliani setahun berselang.
TATAP AJANG POPDA 2021 di BANJARMASIN DAN BANJARBARU, DISPORBUDPAR GELAR SELEKSI POPDA 2021
Pemerintah Kabupaten Barito Kuala melalui Dinas Kepemudaan Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporbudpar) tengah mempersiapkan atlet dengan menggelar seleksi untuk menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) 2021 yang akan dilaksanakan di Banjarmasin dan Banjarbaru 12 – 16 Juli mendatang. Seleksi sendiri dibuka langsung Bupati Batola Hj Noormiliyani AS di Lapangan 5 Desember Marabahan, Senin (07/06/2021).
Sedikitnya terdapat 100 pelajar SLTP dan SLTA se-Batola yang ambil bagian untuk mengikuti 12 cabang olahraga (cabor) seperti atletik, dayung, judo, renang, taekwondo, tinju, karate, gulat, voly pasir, kempo, panahan, dan termasuk 1 hanya eksibisi yaitu bridge. “Tujuan dilaksanakannya seleksi ini dalam rangka memperoleh atlet yang berkualitas, berprestasi, dan sesuai kriteria yang nantinya akan dikirim mewakili pelajar Batola pada kegiatan Popda Tingkat Provinsi Kalsel,” tutur Plt Kadisporbudpar Batola, H Wahyudie SH MH.
Bupati Batola Hj Noormiliyani AS sangat menyambut baik terselenggaranya kegiatan seleksi. Ia menyatakan, Popda dapat dijadikan sarana membangun generasi muda yang sehat jasmani dan rohani, berpengetahuan, terampil dan berdaya saing yang penuh spirit kompetensi. “Harapan kita semua melalui seleksi yang dilaksanakan ini mampu menggali, membina dan mengembangkan bibit-bibit atlet berbakat dari kalangan pelajar untuk menjaga kelangsungan dan upaya dalam mencetak generasi berprestasi dari Batola,” ucapnya.
Noormiliyani memberi apresiasi tinggi kepada para pelajar yang begitu antusias mengikuti seleksi. Ia berharap melalui keinginan serta semangat yang kuat mampu menjadi modal dasar untuk membuktikan keunggulan saat berlaga di ajang Popda Tingkat Provinsi Kalsel nantinya. Karenanya kepada seluruh peserta seleksi diharapkan benar-benar mempersiapkan diri secara maksimal, baik secara fisik maupun mental.“Sekarang saatnya bagi kalian untuk menunjukan bakat, potensi, dan kemampuan sesuai cabang olahraga yang digeluti,” paparnya.
Sementara kepada Disporbudpar selaku penyelenggara, khususnya panitia seleksi, Bupati minta untuk benar-benar melakukan seleksi secara benar dan ketat serta senantiasa berpegang pada standar penilaian maupun ketentuan yang berlaku, agar mereka yang terpilih benar-benar yang terbaik untuk dapat diandalkan dalam upaya meraih prestasi yang akan mengharumkan nama baik daerah.
Kepada para peserta seleksi sebelum meninggalkan lapangan 5 Desember Marabahan Bupati Batola Hj Noormiliyani AS berpesan “Berikan kemampuan terbaik kalian, buktikan kalian bisa berprestasi, harumkan nama Barito Kuala pada kancah provinsi. Namun jangan abaikan protokol kesehatan dalam prosesnya nanti”, tutur Bupati Pertama se Kalsel dan Ketua DPRD Provinsi Pertama se Indonesia itu.
“Tegakkan 5M : Memakai Masker, Mencuci Tangan di air mengalir, Menjaga Jarak, Menghindari Kerumunan, dan Mengurangi Mobilitas”, tutup istri Bupati Barito Kuala 2 periode H. Hasanuddin Murad tersebut.
Terpisah, Plt Kadisporbudpar H Wahyudie SH MH melalui Kasi Bina Olahraga Disporbudpar, Akhmad Rizali Hadi, menerangkan dari 12 cabor yang diikuti terdapat beberapa yang menjadi unggulan di antaranya dayung, gulat, karate, taekwondo, judo, dan atletik. Sementara target, Akhmad Rizali Hadi optimis, Batola mampu naik dari tahun lalu 6 besar menjadi 3 besar. “Insya Allah kita optimis, mengingat beberapa cabang unggulan diyakini mampu menyumbangkan prestasi di samping persiapan sudah cukup matang,” paparnya.
Ia menambahkan, persiapan yang telah dilakukan sejumlah cabor di antaranya ada yang sudah melaksanakan seleksi seperti dayung, judo, gulat, kempo, renang, dan tinju. Sedangkan sisanya mulai melaksanakan hari ini.
PEMANDU WISATA DI BARITO KUALA DIBEKALI PELATIHAN DAN DAN KETERAMPILAN
Dinas Kepemudaan, Olahraga, Budaya dan Pariwisata Kabupaten Barito Kuala melaksanakan Pelatihan Bidang Pariwisata kembali melaksanakan pelatihan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus Non Fisik dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Tahun 2020 yaitu Pelatihan Pemandu Wisata. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 9 s.d. 11 November 2020 jumlah 40 orang. Pelatihan ini dilaksanakan di Hotel Prima Batola Marabahan.
Pelatihan ini adalah pelatihan ketiga yang dilaksanakan oleh Bidang Pariwisata Disporbudpar Kabupaten Barito Kuala dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan dan pelatihan kepada pelaku usaha bidang pariwisata di Kabupaten Barito Kuala dalam pemanduan wisata di destinasi wisata. Pelatihan ini dilaksanakan dalam satu tahap pelaksanaan, namun tetap menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya penyebaran virus covid-19 di Kabupaten Barito Kuala. Jadi semua peserta tetap harus menggunakan masker, selalu mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer dan menjaga jarak selama pelatihan berlangsung. Hal ini dipaparkan langsung oleh Plt. Kabid Bidang Pariwisata Bapak Drs. H. Yanil Ilmi. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan memberikan pengetahuan dan meningkatkan keterampilan para pemandu wisata dan pengelola destinasi wisata dalam pemanduan wisata, ujar Yanil.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Budaya dan Pariwisata Kabupaten Barito Kuala Bapak Gusti Ruspandi, S.Pd, M.AP yang juga berkesempatan langsung menjadi narasumber dalam kegiatan pelatihan ini. Selain Kadisporbudpar Barito Kuala, Pelatihan ini juga menghadirkan narasumber Kebudayaan dari Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan yaitu Drs. Mukhlis Maman, Kepala Bapelitbang Kabupaten Barito Kuala Bapak Ir. H. Zukifliyadi Noor, M.Si, Kasi Promosi Wisata Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan dan Ketua Himpunan Pramu Wisata Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan Bapak Guntur Mas.
Selama tiga hari peserta mendapatkan materi dan pengetahuan dari para narasumber dan juga berkesempatan melakukan orientasi langsung dilapangan sebagai pemandu wisata. Semua peserta dibagi dalam beberapa kelompok dan melakukan kegiatan presentasi pemanduan destinasi wisata yang ada di Barito Kuala. Kegiatan ini dilakukan di Open Space Taman Wisata Jempatan Rumpiang.

DIPROYEKSIKAN MENUNJANG KEMAJUAN PARIWISATA, DISPORBUDPAR KEMBALI GELAR PELATIHAN MANAJEMEN HOMESTAY
Kembali Dinas Kepemudaan, Olahraga, Budaya dan Pariwisata Kabupaten Barito Kuala melaksanakan Pelatihan Bidang Pariwisata yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus Non Fisik dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Tahun 2020 yaitu Pelatihan Manajemen Home Stay. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 26 s.d. 28 Oktober 2020 jumlah 40 orang yang dibagi menjadi dua gelombang. Bertempat di Hotel Prima Batola Marabahan.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Budaya dan Pariwisata Kabupaten Barito Kuala yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Bapak H. Yanil Ilmi. Beliau juga berkesempatan langsung menjadi narasumber dalam kegiatan pelatihan ini. Selain Sekretaris Dinas, pelatihan ini juga menghadirkan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Budaya dan Pariwisata Bapak Gusti Ruspandi, S.Pd, M.Pd, Kepala Bidang Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan Ibu Ida Saptika Dewi dan Leader Hotel Prima Batola Bapak Arbayuddin sebagai narasumbernya.
(Plt) Kasi Usaha dan Promosi Wisata, Yulinda,SSTP menuturkan Pelatihan ini adalah pelatihan kedua yang dilaksanakan oleh Bidang Pariwisata Disporbudpar Kabupaten Barito Kuala dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan dan informasi kepada pelaku usaha bidang pariwisata di Kabupaten Barito Kuala dalam pengelolaan dan manajemen home stay. Pelatihan ini tetap menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya penyebaran virus covid-19 di Kabupaten Barito Kuala. Jadi untuk menghindari keruman banyak orang, peserta dibagi menjadi dua gelombang dan tetap harus menggunakan masker, selalu mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer dan menjaga jarak selama pelatihan berlangsung.
Selain menerima materi dari narasumber, peserta pelatihan juga orientasi ke lapangan dengan melakukan survey lokasi Wisata Budidaya Madu Kelulut di Desa Antar Raya Kecamatan Marabahan. Lokasi ini dipilih karena desa ini dianggap berpotensi untuk dijadikan sebagai Desa Wisata di Kabupaten Barito Kuala.
“Selain itu kegiatan ini diharapkan juga dapat memberi manfaat bagi semua peserta untuk menunjang kemajuan pariwisata di Kabupaten Barito Kuala”, tambah Yulinda, SSTP.

